Akantetapi, sejatinya tidak ada gesekan pemahaman sama sekali bila kita cermati dan pelajari lebih mendalam. Sebab, maksud dari bertambahnya umur manusia tadi ialah umur yang bertambah berkah. Jadi, siapa yang menyambung tali silaturrahim kepada sanak famili, maka akan bertambah keberkahan dalam hidupnya, bukan bertambah jatah umurnya.
Hariini bertambah jumlah hitungannya menjadi 79 tahun. Tapi dari jatah (umur) yang sudah diberikan, itu berkurang. Dari hari ke hari makin kurang, nanti lama-lama habis jatahnya. Oleh karena itu, sebenarnya bertambah atau berkurang (umur) tidak begitu penting, yang penting itu keberkahannya,ā tutur Wapres usai memotong tumpeng di Jakarta.
Bertambahusia berkuranglah jatah hidup di dunia, mahluk di dunia tak ada yang abadi, bahkan Malaikat dan Iblis pun akan binasa, karena hanya ada Allah yang
Semogajatah usia di dunia yang semakin berkurang ini, kita dapat menjalani kehidupan dengan baik dan membesarkan anak - anak dalam lindungan Allah SWT. Semoga apa yang kamu impikan dan cita-citakan dapat terwujud. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat untukmu. Kamu adalah suami terbaik dan aku bersyukur menjadi istrimu." 15.
Meskipunsesungguhnya jatah kesempatan kita sudah berkurang satu tahun setelah Ramadan lalu hingga Ramadan sekarang. Berita Lainnya: Berbudi Berkat Literasi. Bertambah usia hidup di dunia, bertambah pula amal kebaikan yang dilakukan seseorang. Bagaimana menjaga keutuhan amal ibadah ter-
Bertambahseorang ketika aku memutuskan menikah pada 2008. Lalu pada 2011 berkurang dua orang karena eyang putri dan bapakku meninggal. Di tahun yang sama pula, bertambah satu pasukan ketika Ifa dilahirkan. Pada tahun 2013 jumlah pasukan kembali berkurang ketika adik kandungku meninggal. Disusul pada tahun 2014, eyang kakungku
. Setiap hari umur akan semakin bertambah, Membuka lembaran baru di kertas putih, Di mulai ketika terbangun dari tidur Tapi apakah kita sadar bahwa sebenarnya jatah hidup kita di dunia berarti berkurang dan lembaran-lembaran kertas putih itu lama kelamaan akan habis hingga menemukan jilid terakhirnya. Tanda bahwa kita sudah saat nya menutup buku catatan kita selama hidup di dunia dan buku catatan itu lah yang akan jadi saksi perjalanan hidup kita untuk di pertanggung jawabkan di akhirat Jika kita ingat kebelakang apakah kita banyak melakukan yang Allah SWT perintahkan? Atau bahkan kita justru melupakan tanggung jawab kita di dunia? Kamu lupa? Komitmen bersama Allah SWT sebelum Ia mengijinkan kamu untuk hidup di dunia? Dia menghadirkan kamu ke dunia bukan tanpa alasan dan perjanjian mu bersama-Nya adalah untuk menyembah-Nya, untuk mencari bekal di dunia agar kelak bisa hidup di syurga nya ALLAH mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang ingat akan dosa-dosanya atau bahkan mereka ingat akan dosa nya tapi tidak mau menebusnya dengan alasan nanti, nanti dan malaikat tidak kenal kata nanti bukan untuk mencabut nyawamu, apakah kamu sadar bahwa umurmu akan terus bertambah, tapi jatah hidup mu akan terus berkurang jadi kamu masih mau mengulur waktu untuk menebus dosamu?Kamu tidak pernah tahu kapan waktu mu itu akan berakhir, bisa saja 1 tahun lagi, 1 bulan lagi, 1 minggu lagi, 1 hari lagi, atau bahkan 1 jam lagi. Kamu tidak pernah tau itu bukan? Jadi mengapa masih menunggu nanti, jika sekarang mampu menyicil untuk menghapus dosa dosa mu yang telah lalu, setidaknya tebuslah dosamu dari yang paling tau tidak bahwa apa yang kita kerjakan itu ada sangsinya, ada balasannya, atau sering disebut juga ada dengar sebuah pepatah? "Apa yang kau tanam, itulah yang akan kau tuai" Yah, itu memang pepatah lama tapi pepatah itu seakan melekat di hidup kita, jika kita tanam kebaikan maka Allah swt berjanji akan membalas pula dengan kebaikan, begitupun sebaliknya, jika kita berbuat jahat kepada orang lain maka ALLAH SWT lah yang akan membalasnya firman Allah swt di bawah iniāBarangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pulaā QS. Az Zalzalah 7-8.Jadi seberapa banyak bekalmu untuk di akhirat kelak kawan? āArtikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.ā
bertambah usia berkurang jatah hidup