Sungguhbanyak teladan yang dapat direngkuh dari sepak terjang bisnisnya. Salah satunya adalah pada prinsip manajemen bisnis yang dipegang kuat dan diterapkan secara konsisten dan penuh komitmen sebagai berikut. Tidak sekadar mencari uang, melainkan mencari ridha Allah saja Inilah yang menjadikan beliau berbeda dari pelaku bisnis lainya pada masa itu.
Denganharta yang ia miliki dari bisnis tersebut, Abdurrahman bin Auf kemudian menggunakannnya untuk berjuang di jalan Allah SWT. Kisah Abdurrahman bin Auf masuk Islam. Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang masuk dalam golongan assabiqunal al-awwalun atau golongan yang pertama kali masuk Islam. Sebelum masuk Islam, tepatnya
Padahalini merupakan salah satu kunci belajar bisnis dari Abdurrahman bin Auf yang sukses menjadi pedagang dengan modal yang kecil. Dengan sikap yang jujur maka akan menjaga hubungan kita dengan para pelanggan yang selama ini bekerjasama dengan kita. Menjaga kepercayaan akan membuat pelanggan-pelanggan baru mulai berdatangan.
email: putriapria8@gmail.com. Naskah diterima 03 Juli 2017, direview 10 Juli 2017, disetujui 09 Oktober 2017. Abstract: Believed on earth and trusted in the heavens is another name given to
a Percaya diri dan mandiri. Percaya diri dan mandiri ini penting banget untuk dijadikan modal dasar dalam berbisnis loh teman-teman. Hal ini dicontohkan Abdurahman bin Auf ketika hijrah ke Madinah tanpa membawa hartanya dan ditawarkan setengah harta orang terkaya di madinah saat itu, Saad bin Rabi'.
Berikutini Nida telah mengulas cara bisnis menguntungkan ala Abdurrahman bin Auf, 1.Modal mental lebih penting daripada modal harta Mental kaya lebih penting daripada kaya. Abdurrahman memulai bisnisnya dari nol dan mampu mengumpulkan kekayaan lebih banyak karena dia memiliki mental kaya.
. Apakah Anda ingin memulai bisnis dengan cara yang cerdas? Kisah sahabat Rasulullah Abdurrahman bin Auf dapat dijadikan pelajaran tentang bagaimana mengambil langkah cerdas dalam berbisnis sesuai syariat Islam. Abdurrahman bin Auf adalah salah satu pria terkaya di Mekkah. Namun, beberapa waktu kemudian ia pindah ke Yastrib dan hartanya tidak dibawa serta, melainkan disumbangkan untuk mereka yang membutuhkan. Langkah yang diambil oleh Abdurrahman bin Auf seolah terlihat nekat, tetapi, tentu saja salah satu sahabat Rasul ini tidak melakukan hal tersebut tanpa pertimbangan matang. Sebelumnya, ia telah membuat perencanaan mengenai apa langkah yang harus diambil. Kecerdasan dan pandangan visioner Abdurrahman bin Auf inilah yang dapat dijadikan pelajaran oleh para umat Islam dalam berbisnis dan berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Abdurrahman bin Auf, Memulai Bisnis Tanpa Modal dengan Riset dan Negosiasi Pada saat pindah ke Yastrib, seorang pria kaya bernama Saad bin Rabbi merasa kasihan melihat Abdurrahman dan menawarkan hartanya. Namun, beliau menolak hal itu dan hanya meminta untuk ditunjukkan pasar terdekat. Pasar itu menjadi tempat bagi Abdurrahman bin Auf untuk memulai bisnis dan menjadi sukses. Padahal, ia tidak memiliki modal harta yang besar. Modalnya berupa kemampuan untuk bernegosiasi dan juga untuk melakukan riset. Pada akhirnya, kendati meninggalkan semua kekayaannya di Mekkah, Abdurrahman bin Auf dapat menjadi pebisnis kaya dan dipercaya di Yastrib. Bisnisnya disukai karena sesuai dengan selera pasar dan lantaran ia berdagang dengan jujur. Kemampuan negosiasi penting dalam berbisnis. Negosiasi berhubungan dengan proses memahami orang lain dan bagaimana Anda mampu menyampaikan maksud dengan baik. Itulah sebabnya apabila Anda memiliki niat untuk berbisnis, belajarlah untuk berkomunikasi dan menarik hati orang lain dengan cara yang jujur serta sesuai syariat Islam. Anda tidak perlu lihai berbohong untuk melakukan negosiasi yang apik. Perbaiki cara bicara, tingkatkan sopan santun, dan sampaikan maksud tanpa berbelit-belit. Riset yang dilakukan oleh Abdurrahman bin Auf juga dapat dijadikan pelajaran berharga bagi siapa pun. Riset penting untuk membuat kita tidak tersesat dan tidak asal menghakimi sesuatu sebelum mengetahui faktanya. Riset erat hubungannya dengan perintah pertama Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW iqro’ atau bacalah’. Segala hal harus dicari tahu terlebih dahulu kebenarannya secara rinci melalui proses membaca’ sehingga kita tidak terperosok ke dalam jurang kesalahan. Zaman dahulu, Abdurrahman bin Auf melakukan riset dengan cara mendatangi pasar secara langsung. Kiwari, lebih mudah melakukan riset pasar karena ada bantuan berbagai alat seperti Google Analytics misalnya. Manfaatkanlah kemajuan zaman untuk memahami kebutuhan masyarakat dan buatlah usaha yang dapat memenuhi hal itu. Menjadi Cerdas dan Tidak Mudah Menyerah Abdurrahman bin Auf terkenal akan kecerdasannya sehingga ia dapat menjadi pebisnis ulung walaupun diawali dengan modal yang minim. Namun, untuk menjadi orang yang sukses dan bermanfaat, kecerdasan saja tidak cukup. Ada satu kualitas yang dimiliki orang-orang sukses mereka sangat tangguh. Masyarakat hanya melihat betapa enaknya hidup mereka setelah sukses, tetapi masyarakat tidak mengetahui seperti apa jalan terjal yang telah mereka lewati. Abdurrahman bin Auf tentu sempat menemukan kesulitan pada saat melakukan riset pasar dan memulai bisnis minim modal. Bisnisnya tidak langsung beromset besar dalam waktu singkat. Namun, beliau tidak menyerah dalam membuat konsep bisnis yang baru dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, hingga pada akhirnya sahabat Rasul yang satu ini menjadi orang yang sukses dan terkenal dermawan. Dari kisah sahabat Rasulullah Abdurrahman bin Auf, kita mendapatkan inspirasi bahwa untuk menjadi sukses, Anda harus memanfaatkan karunia berupa akal dengan baik serta gigih dalam berjuang. Nah, apakah Anda mau mengikuti jejak keberhasilan dari kisah sahabat Rasulullah yang satu ini?
Cara Bisnis Abdurrahman Bin Auf – – Ungkapan “Ketika saya mengangkat batu, saya melihat bahwa saya mendapatkan emas atau perak,” ungkap seorang teman dekat Sayyidina Abu Bakar al-Shidiq Abdurrahman bin Auf. , Istiqomah mampu memproduksi artikel-artikel Islami melalui jaringan penulis dan tim redaksi yang rutin menulis. Anda dapat berpartisipasi dalam gerakan literasi Daa ini dengan membagikan artikel ini di saluran media sosial Anda dan Anda bahkan dapat memberikan donasi. Abdurrahman bin Auf bukanlah orang yang terbatas. Dia tidak boros dan mengabaikan lingkungannya. Orang kedelapan yang menyatakan dirinya Muslim di hadapan Syah Allah. Inilah yang diungkapkan kalimat di atas, karena ia bersyukur atas anugerah Allah SWT. Seperti seorang pengusaha yang brilian. Kecerdasan Abdurrahman Bin Auf Dalam Berdagang, Cara Kaya Tanpa Modal Kisah bisnis sahabat Abdurrahman bin Auf ini bermula saat ia hijrah ke Madinah. Setelah disita oleh penguasa Quraisy, semua kekayaan yang dikumpulkannya tiba-tiba “dijual”. Dia juga tidak membawa harta apapun ke Madinah. Di Madinah Rosululloh SAW. Persaudaraan orang-orang Muhajirin yang sebagian besar adalah pedagang, dan penduduk asli Madinah yang sebagian besar adalah petani, termasuk Abdurrahman bin Auf yang masih kerabat seorang kaya. Anas bin Malik terungkap dalam sejarah. Ia mengatakan bahwa Abdurrahman bin Auf pernah menjadi saudara Nabi dan Saad bin Ar-Rabi Al-Ansari. Saat itu, Saad Al-Ansari memiliki dua istri dan sangat kaya. Ia kemudian juga menawarkan Abdurahman bin Auf untuk membagi istri dan hartanya. Istri Saad akan diceraikan dan diberikan kepada Abdurrahman setelah masa iddahnya selesai. Sikap Abdurrahman bin Auf tak terduga saat menerima undangan luar biasa ini. Jual Semesta Hikmah Publishing Selama di Madinah, sahabat Abdurrahman bin Auf ini memulai lagi dari nol. Dia terkenal karena bisnis keju dan ghee-nya. Setelah itu, tak butuh waktu lama keuntungan dagang Gus Dur meningkat. Ia menjadi pengusaha multinasional; dari Yaman, Suriah. Bahkan, banyak barang yang diduga diimpor ke Madinah berasal dari China. Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai seorang pedagang yang brilian dan lihai. Ketika dia pergi ke pasar, dia tidak hanya berdagang, tetapi juga memperhatikan dengan seksama. Dari pengamatannya, ia mengetahui bahwa lapak yang ditempati para pedagang ternyata adalah milik para pedagang Yahudi. Pedagang yang berjualan di sana menyewa tanah, tidak berbeda dengan pedagang yang saat ini menyewa lapak. Abdurahman punya ide kreatif untuk mencoba mematahkan hegemoni para saudagar Yahudi. Dia juga mendekati saudara barunya untuk membeli tanah yang kurang berharga di dekat pasar. Kemudian gambar tanah dan berikan kondisi yang baik. Siapapun bisa membawa air dan menjualnya di tanah tanpa sewa. Dia mendorong para pedagang untuk secara jujur membagikan hasil mereka jika mereka mendapat untung dari perdagangan di sana. Pedagang tentu senang karena biaya operasional yang biasa mereka keluarkan jauh lebih rendah. Singkatnya, para pedagang berbondong-bondong mendatangi pasar yang dirancang oleh Abdulrahman bin Auf itu. Cara Bisnis Utsman Bin Affan Kemandirian, kerja keras dan keuletan dalam berdagang menjadi kekuatan Abdurrahman bin Auf. Sikap ini tidak diragukan lagi menginspirasi penduduk asli dan membuat semua Muslim di Madinah bangkit untuk bekerja sebagai petani, pedagang, dan buruh. Saat itu, tidak ada satupun dari mereka yang menganggur. Apa yang dilakukan Abdurrahman kemudian dijadikan contoh bagaimana umat Islam bisa lolos dari kehidupan. Abdul Rahman ibn Auf juga menyumbangkan setengah dari kekayaannya pada masa Nabi. Dia kemudian menyumbangkan dinar lagi untuk amal. Dia memberi lima ratus kuda dan lima ratus unta. Satu dokumen menyebutkan bahwa dia bisa membebaskan tiga puluh budak dalam satu hari. Menjelang kematiannya Abdurahman bin Auf menangis tersedu-sedu. Lalu teman-teman di sekitarnya bertanya, “Beban apa yang membuatmu begitu sedih?” Tips Mencari Modal Usaha Yang Halal Dan Jauh Dari Praktik Riba Abdurrahman menjawab, “Sesungguhnya Musab bin Umair lebih baik dariku. Ia meninggal pada zaman Nabi Muhammad. Tidak ada yang disembunyikannya. Hamzah bin Abdul Muthalib juga lebih baik dariku. Kami belum menyiapkan kain kafan untuknya. Bahkan , saya takut ketika saya menjadi laki-laki yang niat baiknya melesat di kehidupan dunia saya takut ditahan oleh teman-teman saya karena saya memiliki banyak harta. Terakhir, contoh yang bisa diambil dari kisah sahabat Abdurrahman bin Auf adalah bacaan doa yang sering dibaca saat Tawaf di depan Ka’bah. “Ya Allah, lindungi aku dari keserakahanku sendiri!” Kalau ketemu pengusaha muslim biasanya kami menikah atau menyatakan diri sebagai pengusaha, ada juga yang tahaddut binnim. Ada yang bilang omzet turun tajam, hutang menumpuk, penjualan turun, produk tidak bisa dijual, masalah teknis, dll. Saya biasanya mengatakan bahwa jika kita fokus pada suatu masalah, masalah terkecil pun pasti akan menjadi lebih besar. Kemudian fokus pada apa yang membuat bisnis kita berkembang. Tidak ada pengusaha tanpa masalah, dan setiap orang melihat masalah dari sudut yang berbeda. Lihatlah Abdurrahman bin Auf, seorang pengusaha sahabat Rasulullah yang berusaha menjadi miskin. Ini tantangan baginya juga, tapi dia menikmatinya. Apa yang terjadi Kisah Abdurrahman Bin Auf Sahabat Nabi Yang Kaya Dan Tak Lelah Bersedekah Pernah Rasulullah SAW bersabda bahwa Abdurahman bin Auf ra akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang terkaya memiliki waktu paling banyak untuk mendapatkan pinjaman. Maka, mendengar hal tersebut, Abdurahman bin Auf ra pun berpikir keras bagaimana cara cepat kembali ke keadaan miskin dan masuk surga. Abdurrahman bin Auf ra pun menjual semua hartanya dan membeli semua kurma busuk milik sahabatnya ini dengan harga tinggi. Bagaimana dengan kita? Setelah sedikit meraba-raba, dia mulai berteriak tanpa tujuan. Pria yang dulunya aktif membaca Al-Qur’an ini menghela napas lega. Dulu saya sibuk dakwah, tapi tiba-tiba saya tidak punya waktu, yaitu sibuk dengan bisnis. Buku Kti Abdurrahman Bin… Seorang utusan Syah Yaman bermaksud membeli semua kurma Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat dari harga normal. Yang lain mencoba menjadi kaya. Di sisi lain, Abdurrahman bin Auf sebenarnya berusaha menjadi miskin, namun selalu gagal. Firman Tuhan itu benar “Wahai manusia, ada makananmu di surga. Dan segala karunia yang dijanjikan kepadamu” Qs. Adz Dzariat, 22 Jawaban tidak! Allah SWT. Allah adalah penguasa makanan. Dialah yang memberi makanan. Karena dukungan Tuhan untuk kita manusia tidak mungkin salah alamat. Inovasi Bisnis Sebuah Keharusan Cara dagang abdurrahman bin auf, sahabat abdurrahman bin auf, amalan abdurrahman bin auf, sedekah abdurrahman bin auf, doa abdurrahman bin auf, buku abdurrahman bin auf, cerita abdurrahman bin auf, abdurrahman bin auf, dzikir abdurrahman bin auf, bisnis abdurrahman bin auf, kekayaan abdurrahman bin auf, kisah abdurrahman bin auf
Perniagaan yang sukses menjadi impian hampir setiap orang yang berniat memiliki usaha. Baik itu usaha kecil ataupun usaha skala besar akan membutuhkan strategi bisnis yang sukses. Berbisnis tentu di lakukan dengan berbagai tahapan dan perencanaan terlebih dahulu dan dapat berkaca dari pengalaman yang pernah membuahkan kesuksesan. Adalah sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Abdurrahman Bin Auf sepanjang hayatnya berprofesi menjadi pedagang muslim yang sukses pada zamannya. Pada kajian Kasensor sebelumnya yaitu, “Tips Sukses Abdurrahman Bin Auf, Sahabat Nabi yang Menjadi Pebisnis Sukses.” pada Senin 10/1/2022 sudah membahas 4 tips sukses sebelumnya yang akan kita simak dalam artikel berikut. Siapa Abdurrahman Bin Auf itu?Abdurrahman Bin Auf, Sosok yang Dikenal sebagai Saudagar Muslimوَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَPernah Berinfak hingga 16 MilyarYuk, Subscribe Sekarang Juga!Tiga Poin Strategi Kesuksesan Bisnis Abdurrahman Bin Auf1. Memilih Target Pasar2. Stalking, Mengetahui Kebutuhan Pasar3. Tahu Level dan Tingkatan Harga yang Tepatيٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًاRelated posts Siapa Abdurrahman Bin Auf itu? Rayk Manggala Syah Putra selaku anggota Sharia Council Evermos sebagai pemateri dari Kajian Senin Sore KASENSOR kali ini berjudul “Strategi Bisnis Sukses Ala Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu Part 2” di Senin, 17/1/2022 sore lalu. Menurutnya, salah satu sahabat Nabi yang terjamin masuk syurga tersebut juga patut menjadi contoh bagi para pebisnis masa kini yang di anugerahi kekayaan oleh Allah Ta’alla. Abdurrahman Bin Auf memiliki nama lengkap Abdurrahman bin Auf bin Abdu Auf bin Abu bin Harits bin Zuhrah bin Killab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay, Al-Qurasyi Az-Zuhri Al-Makki dan Al-Madani. Ia di lahirkan di Makka pada tahun gajah, dengan usia lebih muda sepuluh tahun dari usia Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan lebih tua 3 tahun dari Umar bin Khattab. Sebagai salah satu Assabiqunal Awwalun atau orang-orang pertama yang menerima ajaran Islam dalam hidupnya sehingga mengetahui seluk beluk rintangan dakwah dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Abdurrahman Bin Auf, Sosok yang Dikenal sebagai Saudagar Muslim Pada kajian KASENSOR sebelumnya, Rayk Manggala Syah Putra di pandu bersama Host Mas Pri membahas empat tips sukses berdagang ala Abdurrahman Bin Auf. Ada terdapat 4 bahasan yaitu Thoriqul Haq, Al-Iman, Al Istianah dan Istifadah sebelumnya dalam strategi bisnis sukses ala Abdurrahman bin Auf. Rayk Manggala Syah Putra memberikan pernyataan bahwa sebagai pengusaha muslim kita seharusnya bercermin pada sejarah, “Kita berusaha bercermin dengan sosok beliau Abdurrahman bin Auf dan mengambil pelajaran dari sosok beliau, rasanya role model satu ini paling cocok karena banyak sejarah yang mengungkapkan fakta positif seputar beliau.” Motivasi yang dapat kita ambil tentunya sebagai seorang muslim dapat meyakini bahwa seseorang yang mendapat kekayaan di sebabkan karena kedermawanannya dan keimannannya sehingga rahmat Allah tersebut turun kepadanya. Ternyata dalam AL-Quran sendiri telah menginformasikan kepada kita bahwasanya mencari rezeki itu sebagian merupakan modal akhirat juga. Hal tersebut terdapat dalam surah Al-Qasas ayat 77 yang berbunyi sebagai berikut, وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ Yang artinya ”Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” “Allah Subhannallahu Wa Ta’ala berfirman di sini carilah apa yang telah Allah anugerahkan, dengan tujuan utamanya mencari kebahagiaan di akhirat dan jangan lupakan bagian dari kita bahwa ada kenikmatan dunia bagian dari porsi yang benar.” lanjutnya. Jadi, yang perlu kita pahami dari dialog tersebut adalah bahwa mencari kekayaan bukanlah hal yang di larang dalam Islam. Islam sendiri juga menganjurkan bagi para pemeluknya untuk mencari keberkahan dari rezeki yang di dapat, bukan dalam artian sombong atau sengaja berlebih-lebihan. “Parameter zuhud itu adalah orang yang meletakkan dunia itu di tangan bukan di dalamnya hatinya.” kata anggota Sharia Council Evermos itu. Pernah Berinfak hingga 16 Milyar Selain amal sholehnya yang mendorong gerak peradaban Islam pada masanya, Abdurrahman Bin Auf juga memiliki sifat yang sangat dermawan. Baginya, harta yang dimiliki tidaklah berarti apa-apa dan ini dapat menjadi role model bagi kita sebagai pengusaha yang bertekad untuk sukses dunia dan akhirat nantinya. “Kalau infak itu dia tidak hanya mengeluarkan 100 ribu 200 ribu tetapi sudah ribuan dinar. Bahkan ketika saya membaca kitab berkaitan dengan Abdurrahman bin Auf beliau menginfakkan hartanya sekitar dinar, yah anggaplah satu dinar itu setara 4,25 gram emas sekarang dan 1 gram emas sudah satu juta.” Mas Pri menambahkan, “Jadi 16 milyar rupiah untuk infak ya. Masya Allah.” Bayangkan, adakah dari kita yang pernah berinfak dengan nilai yang begitu besarnya? Ataukah masih menimbang untung dan ruginya dari harta yang kita sisihkan untuk urusan umat? Yuk, Subscribe Sekarang Juga! Dari pernyataan dan fakta ini saja dapat membuktikan bahwa amalan yang mungkin kita lakukan tidak berarti apa-apa daripada amalan shalihnya. Dengan berinfak, kita dapat membersihkan harta dan jiwa kita sehingga harta yang Allah titipkan melalui rezeki pekerjaan, perniagaan dan lainnya dapat lebih berkah dan menjadi ladang pahala. Tiga Poin Strategi Kesuksesan Bisnis Abdurrahman Bin Auf Menuju pembahasan yang paling kita tunggu-tunggu yaitu bagaimana cara Abdurrahman Bin Auf dapat menaklukan strategi bisnis sukses agar dapat membuahkan hasil yang melimpah? Mari simak terus artikel berikut untuk mendapatkan jawabannya, 1. Memilih Target Pasar Menurut KH. Hasim Asy’ari ini, cara dalam berbisnis ala Abdurrahman bin Auf ini melakukan metode memilih target pasar terlebih dahulu. Seperti sobat reseller Evermos dapat melihat ketika kita membuka aplikasi, akan melihat menu atur target pasar yang mana dapat memilih produknya apakah mayoritas di minati oleh perempuan, atau laki-laki salah satunya. Kemudian ada juga penetapan ruang lingkup pekerjaan seperti pebisnis, wiraswasta, atau PNS misalnya. Belum lagi juga ada kolom pendidikan terakhir begitu di dalam form untuk menentukan target pasar kita yang akan berguna sekali untuk menjangkau pelanggan di Evermos. “Tujuannya adalah untuk mengetahui pasar, Al-Bukhori juga mengatakan berilmu sebelum kita beramal, maka dari itu penting untuk melihat ilmu terlebih dahulu sebelum beramal. Sama seperti melihat aplikasi Evermos harusnya kita mempelajari terlebih dahulu aplikasinya.” tutur Rayk Manggala Syah Putra. 2. Stalking, Mengetahui Kebutuhan Pasar Strategi bisnis sukses berikutnya adalah dengan mengetahui segala macam informasi yang berkaitan dengan pasar. Terkadang kendala dalam mencari tahu apa kebutuhan pasar dengan kebanyakan melakukan asumsi seperti “kayanya ini bagus” akan tetapi yang harusnya jadi poin penting adalah butuh atau tidak butuhnya. “Kalau sekarang kita sudah lihat ya ada di Google Trend untuk melakukan riset gitu ya misalkan apaan yang laku ini, misalkan.” kata Rayk Manggala Syah Putra. Menurutnya, jika kita sedang menghadapi situasi yang urgent seperti membutuhkan uang kita dapat mencoba untuk menjualkan produk ke pasar dengan melihat kecenderungan pasar. Lebih bagus lagi jika kita mempelajari psikologi konsumen itu sendiri sehingga dapat mudah mengetahui apa yang di butuhkan olehnya dan tepat penawarannya. Cara termudah adalah dengan melakukan stalking pasar, yaitu dengan memperhatikan pasar siapa saja yang menjadi kompetitor dari usaha kita. Selain itu kita jadi belajar siapa saja yang memasok barangnya, distributornya dan dimana celah kekosongannya dari sistem tersebut misalnya untuk kita tawarkan selanjutnya. 3. Tahu Level dan Tingkatan Harga yang Tepat Kemudian mengetahui level dari konsumen dan penentuan tingkatan harga yang tepat, sebab tidak semua konsumen cocok dengan harga pasar di level ekslusif misalkan sebagai strategi bisnis sukses. Nah, salah satu contoh kasus menurut Rayk Manggala Syah Putra adalah ketika kita berjualan kurma. “Misalnya kita jual kurma kualitas rendah dengan target orang-orangnya yang memiliki penghasilan rendah menjadi target marketing, kecuali sebagian orang memiliki kemampuan ekonomi yang sesuai dengan penghasilannya dapat di sesuaikan.” ungkapnya. Selain mengetahui target pasar dengan level harga yang tepat untuk di tawarkan yang tak kalah pentingnya adalah sikap kejujuran. Kita tahu bahwa fenomena asal ada pembeli yang penting dapat uang tetapi menjualkan produk dengan berbohong atau harga tidak sesuai dengan ekspektasinya maka tidak akan membuahkan berkah. Hal ini tercantum dalam Al-Quran di Surah An-Nisa ayat 29, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil tidak benar, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” Setelah kita menawarkan kepada pembeli dengan mengungkapkan kondisi sebenarnya dari produk yang kita tawarkan dan pembeli ridho terhadapnya maka dapat melakukan transaksi. Dari ayat tersebut memberikan pengajaran bahwa permasalahan harga sudah ada marketnya sendiri, Allah lah yang akan menjamin dari rezeki tersebut dan jangan pernah takut untuk menjualnya. Kesimpulannya apapun rezeki yang sedang kita cari, tidak ada salahnya untuk giat mencapai muslim yang sukses. Sebab dalam Islam kegiatan seperti zakat, qurban dan naik haji juga akan memerlukan biaya tambahan yang dapat kita cari melalui perniagaan yang benar sesuai syariat Islam. Keyakinan kita terhadap Allah yang memberikan rezeki juga akan mempengaruhi ikhtiar kita, maka dari itu jangan menyerah dan tetap semangat untuk berikhtiar bersama Evermos. Belum bergabung dan ingin mencoba ikhtiar agar jadi saudagar muslim yang sukses? Anda bisa klik button di bawah berikut untuk di alihkan ke pendaftaran Evermos, GRATIS! KLIK DISINI UNTUK DAFTAR Demikianlah artikel mengenai “Strategi bisnis Sukses Ala Abdurrahman bin Auf Part II,” Semoga dapat menginspirasi Anda. Sebarkan juga link artikel berikut kepada orang terdekat Anda yang membutuhkannya agar dapat bermanfaat menjalankan ikhtiar di Evermos. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya kunjungi Blog Evermos. Related posts
PRINSIP CARA BERDAGANG ABDURRAHMAN BIN AUF Sahabat quran pembaca setia Pondok Islami, salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal dengan kemampuan berdagangnya adalah Abdurrahman bin Auf Radhiallahuanhu. Beliau tergolong dalam sahabat yang pertama-tama memeluk agama juga termasuk kedalam golongan sahabat, yang diberikan kabar gembira oleh Rasulullah, karena masuk dalam golongan sahabat yang disebutkan Rasulullah masuk surga. Selain itu Abdurrahman bin Auf pun termasuk dalam kelompok sahabat yang ikut dalam musyawarah pemilihan khalifah pengganti Umar Bin bin Auf adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama beliau masih hidup. Namanya di masa sebelum memeluk Islam adalah Abdu Amr, dan ketika masuk Islam, Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam memanggilnya dengan nama termasuk dalam kelompok sahabat yang hijrah dari Mekkah ke negeri Madinah tanpa bekal apapun. Sesampainya di Madinah, masing-masing sahabat mendapatkan seorang Saudara dari penduduk Madinah yang dijalinkan persahabatannya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Abdurrahman bin Auf mendapatkan Saudara Sa’ad Bin Rabi Al Anshari radhiallahu anhuma.”Wahai Saudaraku, aku merupakan orang yang banyak memiliki harta di Madinah. Aku mempunyai dua kebun dan dua istri. Engkau dapat memilih kebun mana yang engkau sukai, dan aku akan memberikannya kepadamu. Akupun akan menceraikan salah seorang istriku untuk engkau nikahi.” demikian Sa’ad berkata kepada Abdurrahman bin Auf pun membalas tawaran saudara barunya tersebut dengan perkataan,”Terima kasih saudaraku, semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu, cukup bagiku tunjukkan dimana letak pasar kepadaku.”Sahabat Sa’ad pun kemudian membawa dan menunjukkan kepada Abdurrahman bin Auf letak pasar, dan disanalah beliau mulai melakukan perdagangan dan mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang diperolehnya, sedikit demi sedikit ditabung hingga semakin hari semakin pun kemudia berkata, “Dunia telah terbuka bagiku, sampai aku merasa seandainya aku mengangkat sebuah batu, niscaya aku akan mendapatkan di bawah batu itu emas dan perak.” Sungguh besar berkah yang beliau dapatkan dari Allah SWT, hingga ia mendapatkan julukan Sahabat Bertangan Emas’.Ketika terjadi peristiwa Perang Badar, sahabat Abdurrahman bin Auf pun tak ketinggalan turut berjihad fi sabilillah bersama Rasulullah. Dalam perang itu, musuh-musuh Allah pun berhasil ia kalahkan, diantaranya Umar bin Utsman bin Ka’ab ketinggalan dalam Perang Uhud, ia tak bergeming bertahan di samping Rasulullah, ketika banyak tentara Muslimin yang lari meninggalkan medan terkenal sebagai sahabat yang paling kaya, Abdurrahman bin Auf pun merupakan sahabat yang sangat terkenal akan kedermawanannya. Ia tak pernah ragu untuk mengeluarkan hartanya dalam jihad di jalan Allah. Ketika Perang Tabuk berlangsung, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda berdiri di tengah sahabatnya lalu berkata,”Bersedekahlah wahai kalian, karena aku ingin mengirim pasukan perang.” Mendengar itu, Abdurrahman bin Auf pun segera pulang ke rumah dan kembali lagi ke tempat Rasulullah, kemudian berkata,”Wahai Rasulullah, aku mempunyai uang sebanyak empat ribu dinar. dua ribu aku pinjamkan untuk Tuhanku, dan dua ribu lagi aku tinggalkan untuk keluargaku.”Rasulullah Shalallahu alahi wa sallam pun kemudian menjawab perkataan sahabatnya,”Semoga Allah memberkahimu di dalam harta yang engkau infakkan, dan semoga Allah memberkahimu di dalam harta yang engkau pegang.”Ketika beliau bersiap-siap menuju Tabuk untuk memerangi kaum Romawi, di perang itulah masa-masa sulit dialami Rasulullah dan para Sahabat. Beliau membutuhkan banyak kuda perang, perbekalan, dan tentara Islam. Di saat hewan tunggangan masih terbatas, datanglah beberapa sahabat yang meminta izin untuk berperang. Namun Rasulullah tolak karena kekurangan hewan tunggangan. Sehingga mereka menangis tidak ikut perang bersama kondisi kaum muslimin yang paceklik pada masa itu, hingga pasukan ini juga disebut “pasukan masa sulit”, sahabat Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf merupakan sahabat yang paling terdepan menutupi kekurangan perlengkapan perang pasukan Rasulullah, kepada sahabat Abdurrahman bin Auf pun diijabah Allah SWT. Setelah beberapa lama kemudian, sahabat Abdurrahman bin Auf pun menjelma menjadi seorang saudagar kaya raya. Beliau memiliki beberapa kafilah dagang dengan banyak pegawai di dalamnya. Beliau merupakan seorang pedagang yang sangat mahir dalam mengatur manajemen usaha yang berdagang beliau sangat terkenal dengan kedermawanannya pula. Beliau pernah mengirimkan kafilah dagang ke madinah sebanyak 700 unta, beserta pegawainya, dengan membawa gandum, tepung, minyak, pakaian, bejana-bejana, minyak wangi dan semua yang diperlukan oleh penduduk madinah. Semua barang-barang itu dijual dengan peruntukannya untuk fakir miskin di kota Madinah, yang pada masa itu sedang mengalami kesulitan wafatnya, sebelumnya beliau memerdekakan budak-budaknya. Beliau membagikan harta kepada sahabat yang pernah ikut Perang Badar masing-masing 400 dinar emas. Meskipun hartanya udah dibagi-bagikan kepada warga madinah, beliau masih mempunyai seribu ekor unta, seratus ekor kuda, dan tiga ribu ekor orang istri Abdurrahman bin Auf pun sudah mendapatkan warisan yang sangat berlimpah. Masing-masing istri diberi warisan dinar. Tak hanya sampai disitu, masih banyak sisa emas dan perak yang kemudian di potong-potong untuk dibagikan ke keluarganya berkat do’a Rasulullah kepada Abdurrahman bin Auf, sehingga hartanya menjadi berkah, bahkan saking berlimpahnya, beliau sangat kesulitan untuk kemana lagi menyedekahkan kisah sahabat Abdurrahman bin Auf ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran tentang kehidupan, iman dan akhlak serta ilmu bisnis / dagang, yang menyebabkan beliau menjadi salah seorang sahabat Rasulullah yang paling ini 8 prinsip cara berdagang Abdurrahman Bin Auf yang bisa kita petik pelajarannya 1. Berani Memulai UsahaKisah Abdurrahman bin Auf radhiallahu’anhu di atas, memberikan gambaran kepada kita tentang bagaimana seorang Abdurrahman bin Auf memulai usahanya. Diawali dengan tangan kosong hampir tanpa modal / tanpa harta modal yang banyak beliau memulai usaha, hingga perlahan menjelma menjadi bisnis yang besar dengan harta yang seorang pengusaha yang sukses tidak lepas dari mental yang kuat, kemauan, kesungguhan/keuletan, sifat pantang menyerah, dan manajemen yang baik dari sisi keuangan serta pengelolaan dan semangat yang besar, merupakan modal awal yang dibawa Abdurrahman untuk mulai merintis sebuah usaha. Ia hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tanpa membawa perbekalan sedikitpun. Namun mampu mengambil peluang yang ada dan mengatur strategi agar perdagangannya di pasar menjadi bagi para pemula dalam berbisnis, lintasan pikiran tentang kemungkinan gagal dari bisnis yang akan dirintisnya merupakan pertanyaan yang kerap menghantui. Tidak jarang pikiran seperti itu membatasi ruang gerak, hingga membatalkan niat untuk mulai dalam usaha merupakan sebuah keniscayaan, akan tetapi bukan berarti kita kemudian menjadi takut, dan berhenti untuk selalu mecoba. Menghitung-hitung untung rugi, peluang, dan strategi dalam memulai usaha itu tetapi terlalu banyak perhitungan, akan cenderung menyebabkan kita takut untuk mencoba. Lebih baik mencoba walaupun kemungkinan akan gagal daripada tidak mencoba samasekali. Jangan juga lupakan untuk selalu mencari ilmu. Khususnya bagi para pemula, carilah ilmu untuk belajar bisnis untuk pemula, yang bisa mengarahkan dan membimbing Anda dari awal membangun sederhananya Mencoba usaha = 50% gagal atau 50% berhasilTakut / tidak mau mencoba = 100% gagal2. Jujur dan SabarKejujuran merupakan landasan utama bisnis seorang Abdurrahman bin Auf. Tak heran jika para pelanggannya menjadi puas dan memiliki kepercayaan yang tinggi kepadanya. Sehingga mereka senantiasa membeli barang dagangan yang dijual oleh Abdurrahman bin berdagang tidak disertai dengan kejujuran, maka barang yang kurang bagus kita katakan bagus. Efeknya adalah kekecewaan pelanggan, dan kedepannya mereka tidak akan pernah membeli barang dari kita lagi. Bukan hanya itu, pemberitaan dari mulut ke mulut pun menjadi efek yang sangat besar terhadap laris atau tidaknya barang dagangan yang puas dengan pelayanan dan kualitas barang yang kita jual, akan menyampaikannya kepada orang lain. Begitu pula mereka yang tidak puas, akan menyampaikannya juga kepada orang juga harus disertai dengan kesabaran, karena ketika berdagang maka sudah sangat jamak apabila dagangan kita kadang laris kadang juga sepi. Jika dagangan sepi pembeli, maka yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi atas faktor-faktor penyebab dagangan berhenti ditengah jalan ketika barang tidak laku. Jika tidak bisa dipertahankan maka ganti barang dagangan dengan sesuatu yang dibutuhkan di barang dagangan laris manis, dan kita mendapatkan keuntungan, maka jangan langsung dihabiskan untuk memenuhi keinginan-keinginan kita. Bersabarlah, pikirkan langkah apa yang harus dilakukan berikutnya, dengan hasil bin Auf ketika mendapatkan keuntungan, beliau menabungnya dan sebagiannya diputar kembali untuk modal. Begitu seterusnya sehingga lama kelamaan keuntungannya Susun Strategi Untuk Menarik CostumerSenantiasa mengamati pasar, dengan melakukan observasi mengenai keadaan konsumen. Jika kita hidup di lingkungan petani beras, maka jangan menjual beras kepada mereka, karena mereka pun pasti punya beras, tetapi cari dagangan yang barang-barang yang dibutuhkan di masyarakat menjadi tolak ukur, apa yang akan kita perjual-belikan. Sehingga kita bisa menghitung-hitung untung kita memiliki pesaing, karena ada pengusaha lain yang menjual barang dagangan yang sama, maka berusahalah tampil berbeda. Buatlah desain tempat usaha yang lebih menarik, bersih serta barang dagangan kepada para konsumen dengan melalui iklan, brosur, spanduk, dll. Manfaatkanlah teknologi terkini untuk semakin mendekatkan diri kepada para pelanggan, sehingga pelanggan merasa nyaman dan tertarik dengan perusahaan Pertahankan Kualitas BarangSatu hal yang juga kadang dilupakan oleh para pedagang adalah, tidak menjaga kualitas barang, karena ingin meraih keuntungan yang lebih banyak. Ini merupakan sebuah kekeliruan besar yang harus sedikit konsumen yang melihat kualitas barang, walaupun sedikit lebih mahal dari pedagang yang lain. Pada awalnya, mungkin keuntungan yang diperoleh menjadi sangat tipis, akan tetapi, jika kualitas barangnya baik, maka pelanggan akan tetap datang walaupun harganya Manajemen KeuanganFaktor penting lain dalam usaha adalah manajemen keuangan yang baik, perhatikan modal yang dikeluarkan dan pemasukan keuangan, termasuk didalamnya membuat laporan perkembangan keuangan perusahaan melalui neraca debet dan kredit usaha yang sedang seperti Abdurrahman bin Auf yang memiliki harta melimpah tidak terlepas dari manajemen keuangan yang baik dan tersusun rapi. Beliau juga pasti membuat pembukuan yang baik dalam setiap usaha yang besar yang beliau raih dari perdagangannya tentunya tidak beliau lakukan sendiri. Akan tetapi, ada sejumlah pegawai yang turut membantunya dalam menjalankan struktur perusahaan, termasuk juga fungsi dalam mengurusi masalah keuangan Memperhatikan Kesejahteraan KaryawanKesejahteraan karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan bisnis, agar karyawan yang sudah dibina dan dipercaya perusahaan tidak pindah ke perusahaan lain. Menjaga motivasi dan semangat kerja, serta meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan merupakan faktor penting dalam sebuah menjaga loyalitas karyawan ini, perusahaan hendaknya memberikan kompensasi kesejahteraan yang lengkap yang mampu membuat karyawan merasa nyaman bekerja pada yang diberikan oleh perusahaan tentunya akan sangat bermanfaat bagi karyawan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental mereka dan keluarganya. Program kesejahteraan karyawan merupakan salah satu strategi perusahaan yang harus dilakukan dengan tetap berazaskan pada peraturan yang berlaku, keadilan dan kelayakan sesuai dengan kemampuan sampai karyawan terlantar karena tidak diperhatikan, dan memberikan gaji yang tepat agar mereka bisa sejahtera. Seperti sabda Rasulullah Shalallahu alahi wa sallam. Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dan Thabrani telah meriwayatkan dari Jabi radhiallahu anhu serta Abu Ya’la juga meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,أَعْطُوا الأَجِيْرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering.”7. Menggenggam Dunia dengan Tangan Bukan Dengan HatiMeskipun termasuk sahabat yang paling kaya, Abdurrahman bin Auf tetap berprilaku sederhana dalam hidup kesehariannya. Ia tidak silau dengan harta yang dimilikinya. Seluruh harta yang ia punya tidak membuat dirinya tertipu dan tidak pula mengubah seorang Abdurrahman bin Auf dalam kesehariannya, seringkali membuat banyak orang yang tidak bisa membedakan, antara beliau dengan para budaknya ketika berjalan bin Auf mampu meletakkan dunia dalam genggaman tangannya, bukan meletakkannya dihati. Sehingga ketika hartanya diinfakkan, beliau dengan sangat ikhlas dan rela melepaskannya dan tidak merasakan kerugian sedikit Bersedekah Untuk JihadTak bisa kita pungkiri lagi bahwa saat ini, kaum muslimin butuh orang-orang Islam yang dengan ikhlas menginfakkan harta serta jiwanya untuk berjihad fi sabilillah. Tidak melulu berperang dengan dengan senjata, namun ikhlas dan rela untuk berperang dengan menginfakkan harta-harta satu pondasi kesuksesan bisnis Abdurrahman bin Auf adalah keikhlasannya dalam menginfakkan harta bendanya, bahkan jiwanya, untuk jihad fi sabilillah, jihad di jalan Allah juga artikel buku “Jackpot Rezeki“, yang membahas tentangrahasia rezeki berkah dan berlimpahFirman Allah SWT dalam Al Quran “Wahai orang2 beriman, apabila kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” QS. Muhammad 7Demikianlah 8 prinsip cara berdagang Abdurrahman bin Auf yang dapat dipelajari, dan dijadikan contoh teladan bagi para pebisnis / entrepreuner muslim. Semoga semakin banyak pebisnis muslim yang bisa mengikuti jejak Abdurrahman bin Auf, dan menginfakkan hartanya untuk jihad fi sabilillah. ditulis ulang dari group Kajian WA ISLAMADINA channel telegram kajianIslamadina
Pebisnis ilustrasi. JAKARTA - Bagi pengusaha Muslim, nama Abdurrahman bin Auf tentu saja tidaklah asing. Nama sahabat nabi yang sangat kaya ini banyak dijadikan inspirasi dalam menjalankan bisnisnya. Sebab, sahabat yang satu ini bukan sekadar pengusaha yang kaya raya. Namun, ia juga seorang ulama zuhud, seorang veteran perang Badar yang gagah berani, dan seorang penyantun yang kedermawanannya sulit tertandingi. Dalam penuturan KH Hafidz Abdurrahman, semasa hidupnya Abdurrahman bin Auf telah membebaskan 50 ribu budak, membelanjakan separuh hartanya semasa hidup Nabi, dan menyan tuni istri Nabi sebesar 40 ribu dinar. Bukan hanya itu, ia juga memfasilitasi perjuangan Nabi dengan 500 ekor kuda dan 500 ekor unta. Untuk siapa pun yang telah menjatuhkan pilihan sebagai pengusaha Muslim, sudah seharusnya jika ia memiliki kesediaan dan kesadaran yang besar untuk belajar dari kiat bisnis sang pengusaha ulama ini. Seperti apa kiat bisnis Abdurrahman bin Auf yang pantas kita jadikan inspirasi dan teladan? BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
Tahukah Anda tentang Abdurrahman bin Auf, beliau adalah salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal sukses dalam berbisnis. Yang menarik, kesuksesan bisnisnya, dimulai dari nol, atau tanpa modal sepeserpun. Namun dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan, beliau mampu meraup kesuksesan yang luar biasa. Sebenarnya bagaimana rahasia atau cara bisnis Abdurrahman bin Auf, ini yang harus para pebisnis muslim ketahui, pelajari dan lakukan dengan Tidak menerapkan sistem keuntungan yang besarAdapun cara usaha Abdurrahman bin Auf yang pertama, yaitu tidak mengambil keuntungan yang besar. Beliau memilih mengambil keuntungan yang sedikit dengan margin kecil, namun dengan volume penjualan yang lebih lebih memilih untuk menjual produk dengan harga murah, dan memperoleh keuntungan yang kecil, namun dengan orientasi volume penjualan yang banyak. Dengan demikian, seiring waktu berjalan, beliau akan memperoleh keuntungan yang lebih banyak, lantaran perputaran penjualan yang jadi lebih cepat dan seperti ini yang jarang para pedagang muslim sadari. Kebanyakan penjual muslim ingin memperoleh keuntungan yang besar, dari 1 produk. Hasilnya produk yang terjual, volumenya jadi selalu dilakukan secara tunaiTerutama saat ini, dimana sistem kredit atau bayar dengan sistem mencicil terbilang menjamur. Namun ternyata hal tersebut tidak digunakan atau tidak berlaku bagi Abdurrahman bin lebih memilih untuk memperoleh keuntungan yang kecil, namun cash, dibanding memperoleh keuntungan yang besar, namun dengan cara dicicil. Atau dengan kata lain, beliau lebih mengutamakan cekatan dalam likuiditas. Ini yang membuat beliau dapat memutar uangnya dengan baik, dan tetap berjualan di setiap pada dasarnya beliau sendiri, tidak menolak sistem transaksi dengan cara kredit, namun beliau lebih suka berbisnis dengan cara IntegritasIntegritas yang tinggi, menjadi cara bisnis Abdurrahman bin Auf, yang paling menarik untuk Anda ketahui. Dimana pada awal ketika Abdurrahman bin Auf, memulai bisnisnya, beliau tidak menggunakan modal uang. Ketika Abdurrahman bin Auf, datang ke Madinah, yang pertama kali dilakukan yaitu pergi ke pasar, dan mencari tahu, apa yang layak dijual di daerah beliau akan mengunjungi pengrajin alat bertani, untuk diajak bekerja sama. Barang jualan akan diambil hari ini, dan akan dibayar keesokan harinya. Dalam jangka waktu kurang dari sebulan, beliau akhirnya mempunyai sebuah kios di pasar akhirnya beliau mulai mengembangkan bisnisnya dalam dunia properti. Beliau mengajak kerja sama seorang pemilik lahan, yang lokasinya dekat dengan pasar Madinah, untuk membangun pasar yang lebih baru dan modern. Sekali lagi Abdurrahman bin Auf, menyederhanakan modal untuk pasar tersebut, dengan sistem kerja sama bagi hasil, dengan pihak pemilik lahan. Yang menarik, biaya sewa untuk para pedagang di pasar, tidak ditentukan secara pasti oleh beliau, melainkan seikhlasnya. Ini yang membuat semua kios yang dibangun di pasar, penuh dalam waktu cepat. Selain itu, modal yang digunakan untuk membangun pasar pun lebih cepat integritas yang digunakan oleh Abdurrahman bin Auf jauh lebih penting dari hanya sekedar uang. Ini pula yang membuat beliau akhirnya sukses. Jadi Integritas akan menjadi kunci atau cara memulai bisnis dari nol, yang perlu Anda perhatikan dan terapkan dengan Berorientasi pada pasarHal lain yang menjadi ciri atau prinsip cara bisnis abdurrahman bin auf, yaitu berorientasi pada pasar. Dalam hal ini, beliau selalu mempelajari apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan oleh para satunya adalah kebutuhan akan pasar yang aman dan nyaman. Dimana seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, pasar Madinah kala itu, terlihat kumuh dan sempit. Membuat para pedagang dan konsumen, tidak leluasa dan nyaman untuk berjualan dan berbelanja. Namun dengan merombak, dan mengalihkan pasar, hasilnya tidak hanya para pedagang yang merasa diuntungkan, demikian pula dengan konsumen, termasuk Abdurrahman bin Auf, selaku konseptor, sekaligus Hanya menjual barang yang berkualitasDalam bisnis Abdurrahman bin Auf, kejujuran dan kepercayaan antara konsumen dan pedagang itu yang selalu diterapkan dengan baik. Hal ini terbukti dengan barang yang dijual, selalu terjaga kualitasnya. Di sini para pembeli akan memilih, membeli dengan harga murah, namun kualitasnya tidak terjamin, atau mungkin sedikit lebih mahal, namun kualitas barangnya Kejujuran dan dapat dipercayaCara bisnis abdurrahman bin auf ini masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya, dimana kejujuran selalu ditekankan dalam setiap penjualan yang dilakukan. Ini pula yang membuat Abdurrahman bin Auf, jadi salah satu pengusaha yang dapat dipercaya oleh para konsumennya. Dalam hal ini, Abdurrahman bin Auf, akan selalu menginformasikan tentang kelebihan dan kekurangan produk, atau bahkan ada atau tidaknya cacat pada produk yang pihak konsumen sendiri yang nantinya dapat menentukan jadi atau tidaknya membeli produk yang dijual. Jadi bukan hanya sekedar kelebihan saja yang perlu konsumen tahu, namun juga dari sisi kekurangannya, agar para konsumen dapat mengantisipasinya dengan Manajemen keuanganManajemen keuangan adalah hal penting yang harus dipelajari dan dimengerti oleh orang yang akan menggeluti dalam dunia bisnis. Termasuk dalam bisnis ala Abdurrahman bin Auf, manajemen keuangan adalah hal penting yang menarik, selain pandai dalam mengelola modal, pengeluaran dan pemasukan. Beliau juga rajin memberikan sedekah, dari hasil keuntungan yang didapat. Secara tidak langsung, ini menandakan bahwa sistem keuangannya selalu tertata rapi, termasuk ke hal terkecil Membangun sistem bisnisSistem bisnis ini sengaja dibangun, untuk memudahkan Abdurrahman bin Auf, dalam mengelola bisnis yang sudah dimilikinya saat itu. Dalam hal ini, Abdurrahman bin Auf akan membangun super tim. Yang di dalamnya, terdapat Sumber Daya Manusia / SDM yang berkualitas di bidangnya. Memperhatikan kesejahteraan karyawan, sehingga para karyawannya setia dan mau bekerja dengan baik, sesuai dengan tugasnya yang tidak kalah penting adalah mencari partner bisnis yang berkompeten. Dalam hal ini, Abdurrahman bin Auf, mengajak kaum Anshar yang ada di Madinah, untuk berbisnis kebutuhan pokok. Ini akan menjadi sebuah cara membuat bisnis plan unik, yang dapat Anda pelajari, dan terapkan pada bisnis yang akan dibangun Bekerja hanya untuk mencari berkahTerdapat sebuah kisah dimana kala itu Abdurrahman bin Auf, membeli berkilo kilo kurma yang sudah mulai mengering, dimana bagi sebagian orang kurma tersebut sudah tidak menguntungkan, dan tidak layak jual. Namun siapa sangka ternyata ada utusan dari Yaman yang datang dan membeli kurma yang sudah kering tersebut. Rencananya akan diracik menjadi obat. Yang menarik disini, utusan tersebut berani membeli dengan harga yang lebih tinggi, dibanding harga beli dari pedagang tidak akan ada yang tahu bagaimana masa depan, asalkan Anda selalu berjualan dengan baik, dengan ridho semata mata karena Allah Ta’ala, maka akan selalu ada jalan keluar Selalu bersedekahCara bisnis abdurrahman bin auf terakhir adalah Sedekah. Sedekah menjadi salah satu manajemen bisnis Abdurrahman bin Auf, yan juga tidak boleh dilupakan. Walaupun terlihat sepele, dan berorientasi pada Allah SWT. Ada banyak keuntungan lain dari sedekah yang jarang diketahui banyak orang. Dimana ketika seseorang melakukan sedekah secara tidak langsung hal tersebut akan membangun image baik di mata masyarakat. Image tersebut yang nantinya akan membawa keuntungan lain, yang secara tidak langsung menguntungkan bisnis beberapa tips atau cara bisnis Abdurrahman bin Auf, yang harus para pebisnis muslim ketahui, dan terapkan dengan baik. Semoga kelak, bisnis yang dilakukan tidak hanya memberikan keuntungan yang baik, namun juga berkah pada siapapun yang terlibat di dalam bisnis tersebut.
cara bisnis abdurrahman bin auf