PengertianKelompok Skunder dan 10 Contohnya. Kelompok sosial adalah istilah yang mengacu pada kelompok yang terdiri dari sejumlah orang, setidaknya dua atau lebih. Ini harus menjadi keseluruhan yang terhubung secara internal dan fungsional. Dalam syarat interaksi sosial kelompok, komunikasi sosial dan pengaruh sosial selalu diterapkan. c Konflik sosial yang muncul masih sering berlanjut dengan kekerasan. Masalah yang muncul dalam masyarakat multikultural adalah sebagai berikut : a. Masalah Kultural. 1. Loyalitas yang berlebihan. Mementingkan diri sendiri/kelompok secara berkelebihan secara membabi buta, akibatnya akan menghambat penyatuan dengan kelompok lain. 2. Etnosentris. Rasulullahyang mampu menyatukan kaum anshar dan muhajirin yang memiliki latar bekakang perbedaan baik secara sosial, politik, geografis maupun secara budaya. Secara perbedaan itu beliau ikat dalam ikatan keimanan yang ternyata jauh lebih kokoh dan abadi dibandingkan dengan ikatan-ikatan primordialisme (dasar) yang lainnya. A KELOMPOK SOSIAL 1. Pengertian Kelompok Sosial Kelompok sosial atau sosial group dapat diartikan sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antar mereka, di mana hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong. Gemeinschaftdan Gesellschaft (dalam bahasa Indonesia dipadankan menjadi paguyuban dan patembayan) adalah istilah yang diperkenalkan oleh sosiolog berkebangsaan Jerman, Ferdinand Tönnies, untuk membedakan dua ikatan sosial menjadi dua dikotomi tipe sosiologis. Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama, anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat alami dan kekal. Pembahasandan Penjelasan. Menurut saya jawaban A. keluarga adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban B. klan adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban C. marga adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih . Kelompok sosial menjadi salah satu bahasan penting dalam sosiologi. Kelompok sosial ini merupakan hubungan dalam jumlah besar atau kecil antara individu dan masyararakat, atau sebagainya. Contoh nyata mengenai kelompok sosial yang paling besar adalah negara dan bangsa. Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, berikut akan dijabarkan mengenai pengertian, ciri, bentuk, macam, dan proses pembentukan kelompok sosial. Kelompok SosialPengertian Kelompok SosialPengertian Kelompok Sosial Menurut Para AhliSoerjono SoekantoRoland Freedman CsSherifBentuk Kelompok SosialKelompok Primer Primary GroupKelompok sekunderKelompok Formal formal groupKelompok Informal informal groupIn-GroupOut-GroupGemeinschaft PaguyubanGessellschaft PatembayanKelompok Referensi Reference groupKelompok Membership Membership GroupPriilaku KolektifSyarat-Syarat Pembentukan Kelompok SosialManfaat Terbentuknya Kelompok SosialContoh Kelompok Sosial dalam MasyarakatSebarkan iniPosting terkait Kelompok sosial terjadi secara naluriah di dalam kehidupan manusia, sebagai manusia yang normal tentusaja membutukan teman dengan jumlah banyak atau kecil. Teman-temen yang ada disekeliling kita tersebut sudah bisa di definisikan sebagai kelompok sosial yang nyata. Pengertian Kelompok Sosial Pengertian kelompok sosial adalah sekumpulan individu yang terikat dan menjalin interaksi sosial satu dengan yang lainnya. Interkasi sosial tersebut bisa menjadikan manusia untuk saling mengerti dan memahami antar sesama. Dalam mengontrol kelompok sosial agar dianggap sesuai dengan ketraturan sosial makna diperlukan upaya untuk membentuk struktur sosial. Baca Juga; Pengertian Struktur Sosial, Bentuk, Fungsi, dan Prosesnya Definisi para ahli mengenai pengertian kelompok sosial, antara lain adalah sebagai berikut; Soerjono Soekanto Menurutnya, kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan sosial. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik saling memengaruhi dan suatu kesadaran saling menolong. Roland Freedman Cs Definisi kelompok sosial menurut Roland Freedman Cs adalah susunan organisasi yang ada di dalam masyarakat, dengan tersusun antara dua dan bisa lebih jumlahnya. Dimana satu dengan lainnya terjadi hubungan ketergantungan yang menyebabkan terciptanya ikatan – ikatan secara bersisitem. Sherif Sherif memberikan arti kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang ada di dalam masyarakat. Dengan susunan terperinci dan jelas antara tugas dan wewenang, hingga kondisi ini seringkali berkaitan dengan struksur sosial yang dilakukan untuk mengendalikan berbagai bentuk penyimpangan sosial. Dari pengertian menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang membentuk keterikatan satu dengan yang lainnya, meskipun ikatan tersebut dibentuk dengan latar belakang yang berbeda. Akan tetapi yang pasti dalam kelompok sosial menginginkantujuan yang sama. Bentuk Kelompok Sosial Bentuk-bentuk atau jenis-jenis yang ada dalam kelompok sosial, antara lain adalah sebagai berikut; Kelompok Primer Primary Group kelompok primer adalah kelompok sosial yang antara nggotanya saling mengenal, sering bertatap muka face to face, bekerja sama dengan sifat pribadi, dan bersifat permanen. Kelompok sosial ini akan bisa berjalan dengan baik dan dalam jangka waktu yang lama. Contoh dalam kelompok primer adalah keluarga. Kelompok sekunder Kelompok sekunder adalah kelompok sosial dengan jumlah anggota banyak, hubungan antaranggota bersifat formal, antar anggota tidak saling mengenal, dan tidak permanen. Kelompok sosial ini bisa dikatakan berlawanan dengan kelompok primer. Contoh yang ada di dalam kelompok primer misalnya saja adalah Lembaga Politik, khususnya partai politik yang hubungan antar anggotaya bersifat formal selain itu juga satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal. Bahkan dalam politik dikatakan sebagai kelompok primer karena tidak ada istilah kawan dan lawan di dalamnya. Kelompok Formal formal group Kelompok formal adalah organisasi kelompok yang ada di dalam masyarakat dan juga terbentuk secara resmi, mempunyai peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk ditaati, serta berfungsi mengatur hubungan antaranggota. Contoh yang bisa disebutkan dalam kelompok formal ini adalah koperasi desa. Peraturan dan jenis struktur yang ada dalam Kopersi Desa yang digunakan untuk antar anggota di dalam kelompoknya. Misalnya adalah kebijakan mengenai peminjaman dana, dan lainnya. Kelompok Informal informal group Kelompok informal adalah organisasi kelompok yang dibentuk dengan tidak resmi, tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti, serta peraturan yang ada di dalam kelompok informal tidak tertulis secara resmi atau jelas. Contohnya dalam kelompok informal yang ada di dalam masyarakat adalah peguyuban kopi hitam. Dalam paguyupan tersebut tidak disebutkan mengenai peraturan berkumpul harus meminum kopi hitam, atau hal lainnya yang sifatnya nonformal. In-Group In-group adalah salah satu jenis kelompok sosial yang individunyanya mengidentifikasikan diri dalam kelompok tersebut. Out-Group Out-Group adalah kelompok yang dianggap sebagai kelompok luar atau kelompok yang dianggap sebagai lawan. Gemeinschaft Paguyuban Gemeinschaft yaitu bentuk kehidupan bersama antaranggota masyarakat yang mempunyai hubungan solidaritas mekanis, bersifat alami, dan kekal. Kelompok paguyuban sering dikaitkan dengan kondisi yang dialami oleh masyarakat desa. Gessellschaft Patembayan Pengertian patembayan adalah bentuk kehidupan yang bersifat pamrih, mempunyai hubungan solidaritas organis, dan bertangsung dalam jangka waktu pendek. Kelbmpok jenis ini identik dengan masyarakat kota yang kompleks. Kelompok Referensi Reference group Kelompok referensi adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang bukan anggota keompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Kelompok Membership Membership Group Kelompok membership adalah kelompok yang hubungan antara nggotanya terjadi secara fisik. Ukuran utama keanggotaan seseorang adalah interaksmnya dengan kelompok sosial yang bersangkutan. Priilaku Kolektif Priilaku kolektif adalah bagian daripada ciri kelompok sosial yang cenderung bersifat sementara, tidak terorganisasi, dan merupakan perilaku spontanitas. Adapun jenis perilaku kolektif sebagai berikut. Kerumunan yaitu kumpulan individu yang bersifat sementara. Ukuran utama dan kerumunan adalah kehadiran individu secara fisik dan tidak terorganisasi. Kerumunan dibedakan menjadi hadirin audience, kerusuhan riot, pesta pora orgi, dan kepanikan. Prilaku massa yaitu penilaku kelompok yang bukan satu kesatuan, tidak tens truktur dan terorganisasi, serta terjadi interaksi tidak langsung melalui alat-alat komunikasi. Kelompok sosial dalam yang ada di dalam masyarakat dapat terbentuk secara alami ataupun terbentuk dengan proses di sengaja. Kelompok sosial yang terbentuk secara alami misalnya keluarga inti dan ikatan kelompok kekerabatan. Adapun kelompok yang sengaja dibentuk misalnya organisasi atau perkumpulan. Faktor yang melatarbelakangi seseorang membentuk atau bergabung dalam kelompok sosial, antara lain dipengaruhi oleh syarat-sayarat yang ada. Syarat-Syarat Pembentukan Kelompok Sosial Syarat terbentuknya kelompok sosial tersebut sebagai berikut; Kesamaan darah dan keturunan genealogi. Faktor geografis suatu daerah. Kesamaan daerah asal. Kesamaan kepentingan. Manfaat Terbentuknya Kelompok Sosial Berbgai manfaat yang bisa didapatkan oleh masyarakat secara luas mengeai terbentuknya kelompok sosial, manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut; Mudah Mengkordinir Masyarakat, manfaat besar yang diperoleh dengan terbentuknya kelompok sosial ialah bisa dengan langkah mudah mengumpulan masyarakat. Alasan ini diungkapkan karena masyarakat yang ada di suatu wilayah akan bisa tersusun rapih jika dalam masyarakat tersebut ada struktur sosial pemerintahan. Mengurangi Terjadinya Konflik, konflik yang terjadi di beberapa negara banyak sekali menimbulkan beban dan juga masalah. Oleh karena itulan di dalam upaya mengurangi beban yang terjadi diseprlukan adanya kelompok sosial, hal tersebut dikatakan karena masyarakat akan saling menghirmati jika sering melakukan interaksi sosial. Contoh Kelompok Sosial dalam Masyarakat Contoh kelompok yang ada di dalam kehdiupan sehari-hari adalah adanya Negara dan Bangsa Indonesia dengan multietnis. Lantaran memiliki sejarah yang sama inilah Bangsa Indonesia memutuskan satu dalam nusantara. Meskpun persatuan tersebut tidak hanya untuk satu golongan etnis, agama, dan lainnya. Akan tetapi yang pasti dalam persatuan kelompok sosial yang terjadi di dalam masyarakat Indonesia dilakukan untuk bisa mencapai cita-cita yang diimpikan,cita-cita ialah tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Demikinlah penjelasan mengenai pengertian, ciri, bentuk, macam, dan proses pembentukan kelompok sosial dalam masyarakat. Semoga dengan adanya bahasan ini bisa memberikan wawasan dan pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca yang saat ini membutuhkan refrensi mengenai “Materi Kelompok Sosial”. Trimakasih, Kelompok sosial merupakan gejala yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena sebagian besar kegiatan manusia berlangsung di dalamnya. Sejak dilahirkan hingga sekarang, Anda senantiasa menjadi anggota bermacam-macam kelompok. Di samping menjadi anggota keluarga, Anda menjadi warga salah satu umat beragama, suku bangsa, atau kelompok etnik tertentu. A. Hakikat Kelompok Sosial Pengertian Kelompok Sosial Sejak dilahirkan manusia sudah mempunyai dua hasrat atau kepentingan pokok bagi kehidupannya, yaitu 1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya 2. Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alamnya Keterikatan dan ketergantungan antara manusia satu dengan yang lain mendorong manusia untuk membentuk kelompok masyarakat yang disebut kelompok sosial atau sosial group. Dari definisi para ahli dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan dan saling berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki. 2. Syarat dan Ciri Kelompok Sosial Robert K. Merton menyebutkan tiga kriteria suatu kelompok 1. Memiliki pola interaksi. 2. Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok. 3. Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok. Menurut Soerjono Soekanto, himpunan manusia baru dapat dikatakan sebagai kelompok sosial apabila memiliki beberapa persyaratan berikut. 1. Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan. 2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lain dalam kelompok itu. 3. Ada suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok, sehingga hubungan di antara mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat berupa kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideology politik yang sama, dan lain-lain. 4. Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku yang sama. 5. Bersistem dan berproses. 3. Tipe-Tipe Kelompok Sosial Klasifikasi menurut Durkheim 1. Kelompok sosial yang didasarkan pada solidaritas mekanik sistem mata pencaharian Merupakan ciri dari masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja. Yang diutamakan adalah persamaan perilaku dan sikap. Seluruhan warga masyarakat diikat oleh kesadaran kolektif, yaitu kesadaran bersama. 2. Kelompok sosial yang didasarkan pada solidaritas organik Businessmeeting with tablet Merupakan bentuk solidaritas yang telah mengenal pembagian kerja. Bentuk solidaritas ini bersifat mengikat, sehingga unsur-unsur didalam masyarakat tersebut saling bergantung. Karena adanya kesalingtergantungan ini, ketiadaan salah satu unsur akan mengakibatkan gangguan pada kelangsungan hidup bermasyarakat. Klasifikasi Ferdinand Tonnies 1. Gemeinschaf Gemeinschaft-970×440 Merupakan kehidupan bersama yang intim, pribadi, dan eksklusif. Suatu keterikatan yang dibawa sejak lahir. Contohnya adalah ikatan perkawinan, agama, Bahasa, adat, dan rumah tangga. 2. Gesellschaft gessel Merupakan kehidupan public sebagai sekumpulan orang yang secara kebetulan hadir bersama, tetapi setiap orang tetap mandiri. Bersifat sementara dan semu. Contohnya adalah ikatan pekerja dan ikatan pengusaha. Klasifikasi Charles H. Cooley dan Ellsworth Farris 1. Kelompok primer 11262424_450738555085347_6298759339311612044_n Ditandai dengan pergaulan, kerja sama, dan tatap muka yang intim. Ruang lingkup kelompok primer yang terpenting adalah keluarga, teman bermain pada masa kecil, rukun warga, dan komunitas orang dewasa. 2. Kelompok sekunder koperasi Kelompok sekunder yang formal, tidak pribadi, dan berciri kelembagaan. Contohnya adalah koperasi dan partai politik Klasifikasi Sumner 1. In-group kelompok dalam, dijumpai persahabatan, kerjasama, keteraturan, dan kedamaian. 2. Out-group kelompok luar, apabila kelompok dalam berhubungan dengan kelompok luar munculah rasa kebencian, permusuhan, perang, atau perampokan. Klasifikasi Soerjono Soekanto Soerjono Soekanto membagi jenis kelompok berdasarkan enam hal, yaitu 1. Berdasarkan besar kecilnya jumlah anggota, menurut Simmel bentuk terkecil kelompok sosial terdiri dari satu orang sebagai focus hubungan sosial dinamakan monad, berkembang menjadi dua disebut dyad dan triad. 2. Berdasarkan derajat interaksi sosial, berdasarkan derajat interaksi sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang anggotanya saling mengenal face to face grouping dan kelompok-kelompok yang anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat. 3. Berdasarkan kepentingan dan wilayah. 4. Berdasarkan derajat organisasi. 5. Berdasarkan kesadaran terhadap jenis yang sama, terdapat in-group dan out-group. 6. Berdasarkan hubungan sosial dan tujuan, dapat dibedakan menjadi kelompok primer dan sekunder. Dalam konteks Indonesia kedua kelompok tersebut tercermin dalam paguyuban dan patembayan. a. Paguyuban, merupakan bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya memiliki hubungan batin yang kuat, bersifat alamiah dan kekal. Contohnya, keluarga, kekerabatan, antar tetangga pada masyarakat tradisional atau pada masyarakat pedesaan. Ciri-ciri paguyuban, intim, privat, ekslusif. b. Patembayan, merupakan bentuk kehidupan bersama dimana diantara anggotanya terdapat ikatan lahir yang bersifat pokok, dalam jangka waktu yang relative pendek. Contohnya, hubungan dalam dunia industry atau organisasi politik. 4. Hubungan Antarkelompok dalam Masyarakat Dimensi Hubungan Antarkelompok Menurut Kinloch, hubungan antarkelompok memiliki beberapa kriteria sebagai berikut. 1. Kriteria fisiologis, didasarkan pada persamaan jenis kelamin, usia, dan ras 2. Kriteria kebudayaan, diikat oleh persamaan budaya, seperti kelompok etnik suku bangsa, ataupun persamaan agama 3. Kriteria ekonomi, dibedakan antara mereka yang memiliki kekuasaan ekonomi dan yang tidak 4. Kriteria perilaku, didasarkan pada cacat fisik, cacat mental, dan penyimpangan terhadap aturan masyarakat Dalam hubungan antar kelompok terdapat empat dimensi; 1. Dimensi sejarah, diarahkan pada masalah tumbuh dan berkembangnya hubungan antarkelompok. Hal tersebut terkait dengan timbulnya stratifikasi etnik, stratifikasi jenis kelamin, dan stratifikasi usia 2. Dimensi sikap, timbulnya prasangka prejudice atau stereotip 3. Dimensi institusi, dapat berupa institusi politik dan ekonomi 4. Dimensi gerakan sosial, baik diprakarsai oleh pihak yang menginginkan perubahan maupun oleh mereka yang ingin mempertahankan keadaan yang sudah ada. 5. Pola hubungan antarkelompok 1. Akulturasi, terjadi ketika kebudayaan kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur. 2. Dominasi, terjadi bila suatu kelompok ras menguasai kelompok lain. Kornblum menyatakan bahwa terdapat empat macam kemungkinan proses yang dapat terjadi dalam suatu hubungan antarkelompok a. Genosida adalah pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota kelompok tertentu b. Pengusiran c. Perbudakan d. Segresi, yaitu pemisahan antara warga kulit putih dan hitam apartheid. e. Asimilasi, interaksi antara dua kelompok yang berbeda kebudayaannya sehingga memunculkan kebudayaan campuran. 3. Paternalism, bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi. 4. Integrasi, suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan ras tersebut. 5. Pluralism, suatu pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak perdata masyarakat. Stanley Lieberson, mengklasifikasikan pola hubungan antar kelompok menjadi dua pola, 1. Pola dominasi kelompok pendatang atas pribumi migrant superordinate 2. Pola dominasi kelompok pribumi atas kelompok pendatang indigenous superordinate Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Kelompok Sosial? Mungkin anda pernah mendengar kata Kelompok Sosial? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, ciri, macam, syarat, klasifikasi, proses, fungsi, faktor dan karakteristik. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Kelompok Sosial Kelompok sosial ialah gabungan manusia yang memiliki pemahaman bersama akan kewargaan dan saling berhubungan. Kelompok tersebut dibentuk oleh warga masyarakat, kelompok ini juga bisa membawa sikap warganya. Berikut ini terdapat lima pendapat dari para ahli mengenai kelompok sosial, yakni sebagai berikut Menurut pendapat dari Joseph S. Rouck, kelompok sosial adalah suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang di antara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan. Menurut pendapat dari Wila Huky, kelompok sosial adalah suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi. Menurut pendapat dari Oxford Dictionary Sociology 2nd Edition, kelompok sosial adalah sejumlah individu, dimaknai dengan kriteria keanggotaan secara formal maupun informal, yang memiliki kesadaran bersama dan dipersatukan oleh pola interaksi yang relatif stabil. Menurut pendapat dari Paul B. Horton, kelompok sosial adalah setiap kumpulan manusia secara fisik misalnya, sekelompok orang yang sedang menunggu bis kota. 5. Menurut Roland L. Warren Menurut pendapat dari Roland L. Warren, kelompok sosial adalah sejumlah manusia yang berinteraksi dan memiliki pola interaksi yang dapat dipahami oleh anggotanya secara keseluruhan. Ciri-Ciri Kelompok Sosial Berikut ini terdapat beberapa ciri ciri dari kelompok sosial, yakni sebagai berikut Memiliki hierarki sosial, setiap warganya yang memiliki status dan tugas spesifik Memiliki nilai yang mengelola interaksi antar warganya Memiliki kebutuhan bersama Terdapat hubungan dan korespondensi antar warganya Macam-macam Kelompok Sosial Berikut ini terdapat beberapa macam macam dari kelompok sosial, yakni sebagai berikut Kelompok Statistik Ialah kelompok yang bukan lembaga, tidak mempunyai interaksi sosial dan pemahaman jenis di antaranya. Kelompok Kemasyarakatan Ialah kelompok yang mempunyai perbandingan namun tidak mempunyai lembaga dan interaksi sosial di antara warganya. Kelompok Sosial Ialah kelompok yang warganya mempunyai pemahaman jenis dan berinteraksi satu dengan yang lainnya, namun tidak tergolong dalam jalinan lembaga. Kelompok Asosiasi Ialah kelompok yang warganya memiliki pemahaman jenis dan terdapat perbandingan keperluan pribadi dan keperluan bersama. Kelompok Primer Ialah kelompok yang mempunyai sedikit warganya, walaupun tidak setiap himpunan yang warganya sedikit. Kelompok Sekunder Ialah kelompok yang mempunyai banyak warganya. In-Group Ialah semua kelompok dimana tiap individu yang menganggap menjadi warganya dan menginginkan penerimaan, kesetiaan, dan bantuan. Out-Group Ialah semua kelompok dimana tiap individu yang menganggap bukan sebagai warganya dan barangkali akan memperlihatkan rivalitas, persaingan damai dan hanya menganggap berbeda. Syarat Kelompok Sosial Berikut ini terdapat beberapa syarat dari kelompok sosial, yakni sebagai berikut Terdapat pemahaman merupakan bagian dari himpunan yang berkepentingan Terdapat interaksi timbal balik antar warganya Terdapat aspek penambat seperti keseragaman pemikiran, keperluan dan kodrat Berstruktur dan beroperasi Memiliki sistem, peraturan dan bentuk sikap yang sama Klasifikasi Kelompok Sosial Dalam sosiologi terdapat berbagai klasifikasi kelompok social ditinjau dari beberapa aspek, yaitu Klasifikasi kelompok social menurut cara terbentuknya dapat dibedakan menjadi kelompok semu dan kelompok nyata. Kelompok Semu Kelompok semu timbul ditengah-tengah pergaulan hidup manusia, bersifat sementara, tidak mempunyai kemungkinan membentuk tradisi ataupun ikatan sebagai anggota. Kelompok semu biasa disebut khalayak ramai atau khalayak umum. Kelompok semu tidak memiliki aturan-aturan sebagai pengendali. Berikut ini adalah ciri-ciri kelompok semu Tidak terencana, terjadinya tidak sengaja, sangat mendadak, atau spontan. Tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu. Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi dan tidak ada komunikasi secara terus menerus. Tidak ada kesadaran berkelompok. Kehadirannya tidak konstan. Atas dasar ciri-ciri tersebut, kelompok semu dapat dibedakan menjadi kerumunan crowd, massa mass, dan publik. 1. Kerumunan Crowd Kerumunan terbagi menjadi beberapa bentuk, seperti berikut ini Formal audience atau khalayak penonton, bisa juga pendengar resmi merupakan kerumunan yang mempunyai suatu pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya sangat pasif. Contohnya Penonton bioskop dan hadirin pada suatu khotbah, Planned expressive group adalah kerumunan yang tidak begitu mementingkan pusat perhatian, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tercermin dalam kegiatan kerumunan serta kepuasan yang dihasilkan. Fungsinya sebagai pelepas ketegangan-ketegangan yang dialami orang kerena pekerjannya sehari-hari. Contohnya orang-orang yang berdansa, berpesta, dan berekreasi. Inconvenient causal crowds, kerumunan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama. Misalnya, orang-orang antri karcis, orang-orang yang menunggu bis. Dalam kerumunan ini kehadiran orang luar menjadi halangan terhadap tercapainya maksud anggota kelompok. Panic causal crowds atau kerumunan panik, yaitu orang-orang dalam keadaan penik yang sedang berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya. Dorongan dalam diri individu cenderung mempertinggi kepanikan. Spectator causal crowds atau kerumunan penonton, terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu peristiwa tertentu. Kerumunan ini hampir sama dengan khalayak penonton, tetapi kerumunan penonton tanpa direncanakan. Acting lawless crowds disebut juga actings mods atau kerumunan emosional. Kerumunan ini mempunyai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma sosial. Immoral lawless crowds atau kerumunan tak bermoral, yaitu segala tindakannya berlawanan dengan norma-norma pergaulan hidup, tetapi tanpa tujuan tertentu. Contohnya orang-orang yang mabuk. 2. Massa atau Mass Massa atau mass merupakan kelompok semu yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknya disengaja dan direncanakan dengan persiapan sehingga tidak bersifat spontan. Misalnya, kelompok yang dikumpulkan untuk berdemonstrasi. 3. Publik Publik sebagai kelompok semu mempunyai ciri-ciri terbentuknya yang hampir sama dengan massa, perbedaannya adalah publik kemungkinan terbentuknya tidak pada suatu tempat yang sama. Terbentuknya karena ada perhatian yang disatukan oleh alat-alat komunikasi, seperti radio, televisi, dan pengeras suara. Alat-alat komunikasi memungkinkan publik berkembang jauh lebih besar jumlahnya, bahkan, meliputi sebagian dunia. Namun, dengan jumlah yang membesar tidak terbatas, akibatnya perhatian publik semakin tidak tajam. Untuk memudahkan membentuk publik, biasanya digunakan cara-cara yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial atau kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Dalam penggunaan sehari-hari, kata publik biasanya disalahartikan dengan kata hadirin atau audience. Intinya hadirin adalah kelompok semu yang menempati suatu tempat yang sama sehingga mudah bertatap muka, sedangkan publik tidak harus dalam suatu tempat yang sama. Kerancuan istilah ini biasanya disebabkan kelompok semu dari salah satu bentuk kerumunan sekaligus bergabung dengan bentuk massa atau publik, misalnya kelompok yang mendengarkan pidato disuatu tempat, sekaligus pidatonya juga disiarkan melalui radio atau televisi. 2. Kelompok Nyata Kelompok nyata mempunyai beberapa ciri khusus yang membedakannya dari kelompok semu. Sekalipun mempunyai berbagai macam bentuk, kelompok nyata mempunyai satu ciri yang sama, yaitu kehadirannya selalu konstan. Kelompok nyata terbagi ke dalam beberapa bentuk, sebagai berikut Kelompok Statistik atau Statistical Group Kelompok statistik atau statistical group memiliki ciri-ciri sebagai berikut Tidak direncanakan, tidak disengaja, tetapi tidak berarti sangat mendadak atau secara spontan, melainkan sudah terbentuk dengan sendirinya. Tidak terhimpun dan tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu. Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi dan tidak ada komnikasi secara terus menerus. Tidak ada kesadaran berkelompok. Kehadirannya konstan. Kelompok statistik biasanya terbentuk karena dijadikan saran penelitian oleh ahli-ahli statistik atau sosiolog untuk kepentingan penelitian. Orang-orang yang dikelompokkan sebagai anggota biasanya tidak sadar dimasukkan sebagai anggota kelompok nyata statistik, mereka lebih berperan sebagai objek dari pada subjek. Apabila kelompok nyata statistik ini diukur dengan kriteria yang diberikan oleh sosiologi, bahwa kelompok harus mencerminkan adanya kesadaran kelompok, interaksi dan komunikasi, maka kriteria tersebut tidak bisa diterapkan pada kelompok ini sehingga kelompok statistik tidak bisa dianggap sebagai kelompok. Meskipun banyak ahli sosiologi tidak menganggap kelompok ini sebagai sociologically significant, tetapi pengelompokan ini akan besar manfaatnya untuk memperoleh data-data dalam suatu penelitian ilmiah yang berdasarkan statistik. Misalnya, penggolongan kelompok menjadi kelompok anak-anak, wanita dan orang tua atau penggolongan kelompok berdasarkan pemilik kendaraan bermotor, kelompok pengusaha, sesuai dengan kebutuhan suatu penelitian. Kelompok Sosieta atau Sosietal Group Kelompok Kemasyarakatan Kelompok sosieta atau sosietal group memiliki ciri-ciri sebagai berikut Tidak direncanakan, tidak disengaja, terbentuk dengan sendirinya. Kemungkinan terhimpun dalam suatu wadah tertentu. Kemungkinan terjadi interaksi, interrelasi, ataupun komunikasi Kemungkinan terjadi kesadaran kelompok. Kehadirannya konstan. Kelompok sosieta memiliki kesadaran akan adanya kesamaan jenis, seperti jenis kelamin, warna kulit, dan kesatuan tempat tinggal, tetapi belum ada kontak dan komunikasi diantara anggota dan tidak terlibat dalam organisasi Kelompok ini sadar dengan adanya unsur-unsur yang sama yang dimiliki seluruh anggota, tetapi tidak ada suatu interaksi. Dibandingkan dengan kelompok nyata statistik, kelompok sosieta anggota-anggotanya lebih berperan sebagai pelaku subjek dari pada objek. Kelompok Sosial atau Social Group Pengamat-pengamat sosial sering menyamakan kelompok sosial dengan masyarakat dalam arti khusus. Kelompom sosial terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama. Kelompok sosial memiliki anggota-anggota yang berinteraksi dan melakukan komunikasi secara terus menerus. Contohnya, tetangga, kenalan, teman sepermainan, teman seperjuangan, dan teman sekota. Kelompok Asosiasi atau Associational Group Kelompok ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut Direncanakan atau sengaja dibentuk. Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah. Adanya interaksi dan interrelasi serta komunikasi secara terus menerus. Adanya kesadaran kelompok yang kuat. Kehadirannya konstan. Kelompok asosiasi adalah kelompok yang terorganisir dan memiliki struktur formal atau kepengurusan, seperti ketua, para staf dan para pembantunya. Didalamnya terdapat kesadaran dan kesamaan perhatian atau keinginan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu sehingga tampak adanya persamaan jenis perhatian, interaksi sosial, dan struktur organisasi. Kadang-kadang tidak jelas batas-batas antara kelompok-kelompok kecil yang satu dengan lainnya yang digolongkan ke dalam kelompok asosiasi ini, misalnya perkumpulan olah raga atau kesenian dengan kesatuan angkatan bersenjata, atau partai-partai dengan badan-badan pendidikan. Klasifikasi kelompok sosial menurut erat longgarnya ikatan antar anggota dapat dibedakan menjadi gemeinschaft dan gesellschaft. Klasifikasi ini menurut Ferdinand Tonnies Paguyuban gemeinschaft Paguyuban atau gemeinschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Ciri-ciri kelompok paguyuban Terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota Hubungan antar anggota bersifat informal Tipe-tipe paguyuban Paguyuban karena ikatan darah gemeinschaft by blood Kelompok genealogis adalah kelompok yang terbentuk berdasarkan hubungan sedarah. Kelompok genealogis memiliki tingkat solidaritas yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan nenek moyang. Contoh keluarga, kelompok kekerabatan. Paguyuban karena tempat gemeinschaft of place Komunitas adalah kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan lokalitas. Contoh Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk RTRukun Tetangga, dan selanjutnya sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW Rukun Warga. Contoh Rukun Tetangga, Rukun Warga. Paguyuban karena ideologi gemeinschaft of mind Merupakan suatu gemeinschaft yang terdiri dari orang-orang yang walaupun tak mempunyai hubungan darah ataupun tempat tinggal tidak berdekatan ,tetapi mereka mempuyai jiwa dan pikiran yang sama, ideologi yang sama,paguyuban semacam ini biasanya ikatannya tidaklah sekuat paguyuban karena darah dan keturunan. Contoh partai politik berdasarkan agama Gesselchaft/patembayan Merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk waktu yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Contoh ikatan antar pedagang, organisasi dalam sebuah pabrik. Ciri-ciri kelompok patembayan hubungan antaranggota bersifat formal memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal memperhitungkan nilai guna utilitarian lebih didasarkan pada kenyataan social Kelompok Primer Primary Group Merupakan suatu kelompok yang hubungan antar anggotanya saling kenal mengenal dan bersifat informal. Contoh keluarga, kelompok sahabat, teman, teman sepermainan Kelompok Sekunder secondary Group Merupakan hubungan antar anggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat. Contoh ikatan sarjana sosiologi Indonesia, serikat pekerja, Persatuan Guru Replubik Indonesia 1. Kelompok Formal Merupakan kelompok yang memiliki peraturan-peraturan dan tugas dengan sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contoh Parpol, lembaga pendidikan 2. Kelompok Informal Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama. Contoh anggota OSIS Proses Terbentuknya Kelompok Sosial Berikut ini adalah proses terbentuknya kelompok sosial yaitu Menurut Abdul Syani, terbentuknya suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama. Manusia membutuhkan komunikasi dalam membentuk kelompok, karena melalui komunikasi orang dapat mengadakan ikatan dan pengaruh psikologis secara timbal balik. Ada dua hasrat pokok manusia sehingga ia terdorong untuk hidup berkelompok, yaitu Hasrat untuk bersatu dengan manusia lain di sekitarnya Hasrat untuk bersatu dengan situasi alam sekitarnya Fungsi Kelompok Sosial Berikut ini adalah fungsi dari kelompok sosial yaitu Kelompok dapat mengurangi rasa ketidakamanan, ketidakpastian. Kelompok menimbulkan rasa mampu mengatasi ancaman terhadapdirinya. Tenaga kerja yang baru mudah mengatso ancaman terhadap diirmya. Tenaga kerja yang baru mudah merasa diisolasi dan memerlukan bantuan, emnginginkan kepastian. Kelompok dapat memberikan rasa kepastian pada diiri seseorang. Kelompok dapat memenuhi kebutuhan akan afiliasi dan kenginna untuk berhubungan dengan orang lain, akan rasa diperhatikan dan diterima oleh kelompok. Sekaligus tenaga kerja dapat merasakan bahwa harga dirinya diperhatikan. Kelompok juga memberikan status sosial pada dirinya. Anggota Kelompokkerja yang bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan bagi perusahaabbya dan telah berhasil memberikan produk-produk yang baru dan merasa mempunyai status yang dinilai tinggi dan penting. Kelompok juga memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan akan kekuasaan. Berdasarkan upaya yang dapat dilakukan bersama-sama dengan anggota kelompok lain timbul rasa memiliki kekuasaan tertentu untuk dapat merealisasi apa yang diinginkan kelompok. Kelompok dapat menentukan tinggi produktivitas yang diinginkan, kelompok dapat melakukan pemogokan bila dirasakan perlu, kelmpok dapat menentukan mutu dari hasil kerja mereka. Anggota kelompok merasa memiliki kekuasaan tertentu karena merasa ditunjang oleh anggota-anggota kelompok lainnya. Kebutuhan untuk berprestasi dapat ditimbulkan dan dipenuhi oleh kelompok. Kelompok dapat merangsang anggotanya untuk mencapai prestasi yang bermutu dan dapat memenuhi keingininan mereka unyuk dapat berprestasi yang tinggi. Sebagai Pengembang Dalam bekerja anggota memperoleh identitasnya dari kelompok kerjanya. Anggota kelompok kerja memperoleh identitasnya dari kelompok kerja pabrik, kelompok kerja auditor, kelompok kerja ketenagakerjaan, dan sebagainya. Identitas kelompok kerja dikembangkan berdasarkan tugas pekerjaannya untuk menunjang dan memantapakan identitas setiap anggota kelompoknya. Selanjutnya identitas anggotanya memilihara harga diri mereka. Sebagai Penetap dan Penguji Kenyataan/Realitas Sosial Melalui diskusi dengan orang lain dan pengembangan dari perspektif dan konsensus, kita dapat mengurangi ketidakpastian dalam lingkungan social kita. Jika misalnya beberapa tenaga kerja merasa bahwa penyelia mereka merupakan orang yang keras yang menuntut terlalu banyak dari tenaga kerjanya, maka pandangan ini tdapat dianggap sebagai realitas oleh anggota kelompok lainnya dan mereka dapat menentukan strategi bagaimana mereka dalam kelompok mempersepsika sesutau dan menguji sesuatu sebagai kenyataan atau realitas. Persepsi kelompok memberikan kepastian kepada para anggota kelompok lepas dari benar tidaknya, tepat tidaknya pandangan tersebut. JIka kelompok menganggap suatu keadaan sebagai nyata, maka keadaan tersebut nyata dan akan menimbulkan akibatnya yang nyata. Sebagai Mekanisme Pemecahan Msalah dan Pelaksanaan Tugas Setiap tenaga kerja dalam melaksanakan tugas pekerjaannya akan menemui kesulitan, menemui masalah yang bersifat perorangan dapat juga yang bersangkutan dengan pelaksanaan tugas oleh seluruh kelompok. Kelompok dapat membantu memecahkan masalah, yang dialamai salah seorang anggotnya, para anggota kelompok dapat saling mengisi dalam usaha dan sumbangan mereka memecahkan masalah kelompoknya. Misalnya kelompok gugus kendali mutu memecahkan masalah kelompok secara bersama-sama Faktor Pembentuk Kelompok Sosial Berikut ini adalah beberapa faktor pembentuk kelompok sosial yaitu 1. Fakrot kedekatan Pengaruh yang pertama adalah kedekatan, keterlibatan seseorang dalam suatu kelompok memang tidak dapat di ukur, dalam membentuk kelompok dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, saat itu juga kita telah tergabung kedalam sebuah kelompok sosial. Kelompok dapat terbentuk atas susunan individu yang saling berinteraksi antar satu sama lain. Misalnya semaki dekat letak gografis antara dua orang atau lebih maka mereka akan sering berinteraksi dan bersosialisasi. Jadi kedekatan dapat meningkatkan peluang untuk saling berinteraksi lalu dapat memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. 2. Faktor kesamaan Pengaruh yang kedua adalah kesamaan antar anggota, telah menjadi suatu kebiasaan seorang individu lebih menyukai berinteraksi dengan individu lain yang mempunyai kesamaan yang sama. Misalnya kesamaan tersebut seperti kesamaan kepentingan, nasib, keturunan dan lain sebagainya yang sehingga dapat membentuk suatu kelompok sosial. Berikut dibawah ini penjelasannya Mempunyai kesamaan kepentingan dengan memiliki kesamaan kepentingan antar individu maka akan terbentuklah suatu kelompok yang nantinya individu-individu dalam kelompok tersebut akan saling bekerja sama untuk mencapai kepentingan tersebut. Mempunyai kesamaan nasib misalnya seperti kesamaan pekerjaan, karena dengan atas dasar persamaan pekerjaan setiap individu akan membentuk kelompok sosial yang tujuannya telah ditentukan dalam kelompok tersebut. Mempunyai kesamaan keturunan suatu kelompok juga dapat terbentuk atas dasar persamaan keturunan sehingga setiap anggota yang ada dalam kelompok tersebut akan berkomitmen untuk menjaga ikatan persaudaraan supaya tidak terputus. Karakteristik Kelompok Sosial Beberapa karakteristik kelompok sosial tersebut adalah sebagai berikut Harus ada interaksi langsung antar anggota Anggota harus menyadari menjadi kelompok Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia yang lain. Memiliki struktur sosial Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya. Memiliki faktor pengikat. Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya. Demikian Penjelasan Materi Tentang Kelompok Sosial Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Macam, Syarat, Klasifikasi, Proses, Fungsi, Faktor dan Karakteristik Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi. Tanggal 11 Maret 2014Kerja Sama Perdagangan Internasional adalah kegiatan Pemerintah untuk memperjuangkan dan mengamankan kepentingan nasional melalui hubungan Perdagangan dengan negara lain dan/atau lembaga/organisasi internasional. Pengertian PilihanData Penduduk Potensial Pemilih Pemilu Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu yang selanjutnya disingkat DP4 adalah data yang disediakan oleh Pemerintah berisikan data penduduk yang memenuhi persyaratan sebagai Pemilih pada saat Pemilu Komunitas Pramuka Satuan Komunitas Pramuka adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan yang berbasis, antara lain profesi, aspirasi, dan agamaBiaya Perjalanan Ibadah HajiBiaya Perjalanan Ibadah Haji yang selanjutnya disebut Bipih adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh warga negara yang akan menunaikan Ibadah Angkutan Udara AsingPerusahaan Angkutan Udara Asing adalah perusahaan angkutan udara niaga yang telah ditunjuk oleh negara mitrawicara berdasarkan perjanjian bilateral dan/atau multilateral dan disetujui oleh Pemerintah Republik adalah hasil tanaman jagung Zea mays L berupa biji pipilan kering yang telah dipisahkan dari tongkolnya, dibersihkan, dan dikeringkan yang digunakan untuk bahan pakan ternak dan keperluan lainnya. Jika membicarakan soal kelompok pasti tidak terlepas dengan manusia yang termasuk komponen didalamnya. Kita ketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama apa sih kelompok sosial itu?Menurut Mayor Polak, kelompok adalah grub, yaitu sejumlah orang yang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya serta hubungan tersebut bersifat sebagai sebuah Soerjono Soekanto mendefinisikan kelompok sosial sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya timbal balik yang saling mempengaruhi dan suatu kesadaran untuk saling mengetahui pendapat kelompok sosial dari dua pakar sosiologi diatas, berikut akan kita lanjutkan mengenai pembahasan kelompok Kelompok SosialKelompok sosial dalam masyarakat dapat terbentuk secara alami ataupun disengaja. Secara alami, individu-individu sudah terikat kelompok sejak lahir seperti ikatan kelompok kekerabatan dan itu, kelompok sosial yang terbentuk secara disengaja yaitu seperti organisasi dan latar belakang pembentukan kelompok sosial sebagai darah dan keturunan genealogi.Faktor geografis suatu daerah kelompok sosial dalam masyarakat harus memenuhi persyaratan berikut. Terdapat kesadaran setiap anggota kelompok bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok yang hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan persamaan tertentu seperti latar belakang, tujuan, nasib, atau berkaidah, dan mempunyai sosial bersistem dan Kelompok SosialKelompok sosial dalam masyarakat pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu kelompok sosial teratur dan kelompok sosial tidak Kelompok Sosial TeraturKelompok sosial teratur diklasifikasikan sebagai Kelompok primer primary group, yaitu kelompok sosial yang dicirikan saling mengenal antar anggotanya, sering bertatap muka, bekerja sama dengan sifat pribadi, dan bersifat Kelompok sekunder, yaitu kelompok sosial dengan jumlah anggota banyak, sifat hubungan cenderung formal, dan tidak saling mengenal, serta tidak Kelompok formal formal group, yaitu organisasi kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk Kelompok informal informal group, yaitu organisasi kelompok yang tidak resmi, tidak mempunyai struktur yang pasti, serta peraturan tidak Gemeinschaft paguyuban, yaitu bentuk kehidupan bersama antar anggota masyarakat yang mempunyi hubungan yang sifatnya alami,dan kekal. Kelompok paguyuban dikaitkan dengan masyarakat Gessellschaft patembayan, yaitu bentuk kehidupan yang bersifat pamrih, dan berlangsung dalam jangka waktu pendek. Kelompok patembayan dikaitkan dengan masyarakat kota. 7. Kelompok referensi reference group, yaitu kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan Kelompok membership membership group, yaitu kelompok yang hubungan antar anggotanya terjadi secara fisik. Ukuran utama keanggotaan seseorang adalah interaksinya dengan kelompok sosial yang In-group, yaitu kelompok sosial yang individunya mengindentifikasikan diri dalam kelompok Out-group, yaitu kelompok yang dianggap sebagai kelompok luar atau kelompok yang dianggap sebagai Kelompok Sosial Tidak Teratur1. Kerumunan, yaitu kumpulan individu yang bersifat sementara. Ukuran utama dari kerumunan adalah kehadiran secara fisik dan tidak Publik, yaitu kelompok yang terbentuk karena interaksi bersifat tidak langsung melalui alat-alat media, misalnya surat kabar, radio, internet, dan Massa, yaitu kelompok yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan kerumunan, akan tetapi terbentuknya secara sengaja dan Bermanfaat!

ikatan perdagangan termasuk dalam bentuk kelompok sosial yang disebut